Artwork of the Month [AOM0621]
Artwork of the Month Oct 2021
- Rumah by Tjerita Coeklat
- Will Be Fine by Erstwhile Company
- Delilah by Maroon Moon
- Soulstice by Haaa Fourtet
Tahukah kamu? melalui Netrilis, musisi bisa monetize di YouTube tanpa harus channel miliknya 1000 subcribers dan 4000 jam tayang. Itu karena monetisasi bekerja saat karya lagunya digunakan pada video di YouTube, bahkan di berbagai channel orang lain.
Iya, YouTube otomatis akan mengalirkan hasil monetisasi ke musisi, saat ditemukan ada video mengandung musik dari musisi tersebut. YouTube menerapkan sistem seperti itu untuk melindungi karya musik dan memastikan penghasilannya diserahkan ke musisi sebagai pemilik hakcipta.
Singkatnya, setelah karya musik terdaftar melalui Netrilis, YouTube akan menjalankan fitur Claim & Monetize, yaitu;
Setelah rilis lagu melalui Aggregator Musik, lagumu akan tersedia di berbagai Music Platforms. Simak beberapa hal terpenting yang harus diperhatikan setelah lagumu rilis:
Mengingat bahwa kebanyakan orang akan mendengarkan musikmu di salah satu layanan streaming populer, kamu perlu mengklaim dan menyesuaikan profilmu untuk membuat kesan terbaik. Brandinglah musikmu, upload visual agar sesuai dengan vibes musikmu, gunakan alat promo yang tersedia, dan selalu lihat data untuk membuat keputusan marketing musik yang lebih cerdas.
Fanlink memudahkanmu untuk membagikan lagumu hanya dengan satu halaman. Nantinya fans dan calon pendengarmu bisa memilih platform terfavorit mereka untuk menuju ke lagumu. Selengkapnya: Promosi dengan satu link.
Manfaat nyata yang sangat bisa boosting musikmu di Spotify adalah dengan melibatkan lagumu ke Playlist Spotify. Baca: Cara Lagumu Masuk Berbagai Jenis Playlist Spotify.
Sangatlah menguntungkan karena sekarang artist dapat upload canvas melalui Spotify for Artists jauh sebelum tanggal rilis.
Berikut cara menambahkan lirik ke layanan sosial dan streaming:
Untuk sampai di pendengar, musisi di era digital semacam memiliki keharusan untuk mengupload & merilis lagunya di platform musik digital, misalnya Spotify, Resso, Joox, YouTube Music dan lain-lain. Itu karena saat ini streaming musik sudah menjadi media utama untuk meng-konsumsi musik ketimbang CD dan kaset tape.
Namun, karena alasan quality control, Spotify, Resso dan music platforms pada umumnya tidak bekerjasama langsung dengan band atau solois. Dalam pengelolaan katalog musik dan royaltinya, mereka bekerjasama dengan perusahaan pelaku musik, sebut saja; music aggregator, music publisher, record label dan distributor musik.
Bersumber dari Netrilis;
Agregator musik atau Music Aggregator adalah sinonim dari Digital Music Distributor, yaitu perusahaan pengumpul atau penyedia konten untuk melengkapi katalog mitranya. —help.netrilis.com
Maka, penting untuk diketahui bahwa pihak yang bertugas memasukan lagu ke platform digital bukan publisher, melainkan agregator musik atau distributor musik digital.
Ada banyak music distribution services manca sampai dengan agregator musik Indonesia. Yang sering terdengar misalnya Distrokid, CDBaby, Tunecore, Netrilis, dll. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan agregator untuk merilis karya musik adalah;
Berikut adalah tutorial cara mudah upload lagu ke platform musik digital;
Setelah lagu sudah rilis dan tersedia di berbagai gerai musik digital, tidak kalah penting untuk mengikuti berita musik di nextsongs.id, untuk tetap update tentang kabar, rumor dan isu terbaru di industri musik, platform musik digital, mp3 music sites, pemutar music online serta kategori berita yang mewakili bagaimana teknologi mempengaruhi music industry hari ini.